Jumat, 17 Agustus 2018

Pramuka "Cerita bersama,Derita bersama"


Assalamu'alaikum wr.wb
 Salam Pramuka.

Sebelumnya minta maaf nih temen-temen. Kali ini aku ingin bercerita tentang pengalaman ku selama aku ikut bergabung di Pramuka... Langsung aja yu biar cepet-cepet tau gimana sih Pramuka itu😊

Gerakan Pramuka Indonesia adalah nama organisasi pendidikan nonformal yang menyelenggarakan pendidikan kepanduan yang dilaksanakan di Indonesia. Kata "Pramuka" merupakan singkatan dari Praja Muda Karana, yang memiliki arti Jiwa Muda yang Suka Berkarya.Lambang Gerakan Pramuka berupa Tunas Kelapa.Pimpinan Dr. Adhyaksa Dault,S.H. (2013-2018). Didirikan 14 Agustus 1961 Pembubaran Negara Indonesia Bumi Perkemahan dan Graha Wisata Pramuka Cibubur,Jakarta Timur.

Bendera Gerakan Pramuka Indonesia
Pramuka merupakan sebutan bagi anggota Gerakan Pramuka, yang meliputi; Pramuka Siaga (7-10 tahun), Pramuka Penggalang (11-15 tahun), Pramuka Penegak (16-20 tahun) dan Pramuka Pandega (21-25 tahun). Kelompok anggota yang lain yaitu Pembina Pramuka, Andalan Pramuka, Korps Pelatih Pramuka, Pamong Saka Pramuka, Staf Kwartir dan Majelis Pembimbing. Kepramukaan adalah proses pendidikan di luar lingkungan sekolah dan di luar lingkungan keluarga dalam bentuk kegiatan menarik, menyenangkan, sehat, teratur, terarah, praktis yang dilakukan di alam terbuka dengan Prinsip Dasar Kepramukaan dan Metode Kepramukaan, yang sasaran akhirnya pembentukan watak, akhlak, dan budi pekerti luhur. Kepramukaan adalah sistem pendidikan kepanduan yang disesuaikan dengan keadaan, kepentingan, dan perkembangan masyarakat, dan bangsa Indonesia.


Siapa bilang ikut pramuka tidak menyenangkan? Siapa bilang ikut pramuka cuma buat kotor-kotoran? Waaahhh,,, kayaknya aku harus menentang keras bagi siapa saja yang bilang kayak gini. ðŸ˜ª

Selama aku ikut Pramuka, yang ada hanyalah kesenangan dan kebahagiaan. Pasti Anda-Anda semua bertanya-tanya, “Di mana letak kesenangan dan kebahagiaan itu?” Menurut aku, kesenangan dan kebahagiaan bukan terlihat dari luar saja, tapi dari dalam juga bisa. Kadang hati kita senang karena bisa berkumpul dengan teman-teman, itulah kesenangan. Kita merasakan dekat dengan teman-teman kita, kadang malah kita merasakan seperti mereka adalah keluarga kita sendiri. Naah, itulah kebahagiaan.

Pramuka tidak hanya mengajarkan kemandirian, tetapi juga mengajarkan kekompakan, kesolidaritasan antar sesama anggota Pramuka itu sendiri. Pramuka memberikan banyak kenangan berharga, memberikan banyak pengalaman. Pramuka memberikan kita arti bagaimana cara untuk melakukan sesuatu dengan cepat dan ilmu yang diberikan Pramuka sangatlah bermanfaat untuk kita. Kita bisa mengamalkan berbagai ilmu yang kita dapatkan dalam kehidupan sehari-hari. Ingat di Pramuka tidak lah harus selalu tentang kekerasan, ketidakadilan, atau apalah menurut kalian semua yang bilang ini itu tentang pramuka. Pramuka itu tidak dituntut keras tapi Pramuka itu tegas dan disiplin. Jika ingin menjadi pramuka yang baik,dan terhindar dari kekerasan, maka jadilah Pramuka yang disiplin dan selalu taat akan peraturan. Agar kelak dapat menjadi penerus bangsa yang lebih baik dan lebih bertanggung jawab... Eaaaa😅

Oh iya, di Pramuka juga tidak selalu tentang Baris berbaris ataupun materi yang membosankan. Aku kasih tau ya, anak pramuka juga bisa jatuh cinta ko😂 ya pasti jatuh cinta nya sama senior terdekat nya lah yaa. Tapi bisa juga sama anak pramuka,cuman dari sekolah lain atau sekolah sahabat wkwk... Tenang anak Pramuka tak sekudet yang kalian pikirkan kawan😂 malah kami semua tau apa yang kalian tidak tau, kenapa begitu??? Karena kami punya rahasiaaa yang teramat rahasia. Ok lanjut. Bahas yang secara umum aja ya..

Apa yang ada di pikiran kalian ketika mendengar kata 'kemah'? Pramuka memang identik dengan berkemah, tapi kemahnya anak pramuka bukan sekedar kemah bangun tenda bongkar tenda. Banyak tujuannya, diantaranya mendekatkan para anggotanya dengan alam, mendidik mereka menjadi pribadi yang mandiri, melatih untuk bersosialisasi dengan kehidupan bermasyarakat, dll.
Bermacam-macam kegiatan yang dilakukan (tergantung jenis perkemahannya) yang setiap kegiatannya pasti menjadi momen berkesan karena setiap momen ada kegilaan tersendiri.

1.Mempersiapkan segalanya mulai dari perlengkapan pramuka sampai perlengkapan rumah tangga.Di buper kita dilatih untuk hidup mandiri, jadi kita harus tahu apa saja yang kita butuhkan selama berkemah. Mulai dari keperluan untuk makan, mandi, tidur sampai kesehatan.Ribet? Iya, jika kita banyak mengeluh. Dari persiapannya saja, kita sudah bisa mengambil pelajaran, bahwa hidup akan terasa sulit jika kita banyak mengeluh.

2.Persiapan dan keberangkatan memang melelahkan, tapi ketika sampai di bumi perkemahan..Yang biasanya di rumah hanya melihat rumah, ketika di buper lain lagi ceritanya. Alam dengan keindahannya siap menyambut kedatangan kita. Dan di sana lah petualangan kita dimulai. Dari sini, tanpa kita sadari kita mulai belajar untuk mendekatkan diri dengan alam.

3.Saat mendirikan tenda. Ini yang harus benar-benar diperhatikan. Pesan aku, seriuslah dalam mendirikan tenda, jangan asal-asalan, kecuali kalau kalian mau tenda kalian rubuh saat kalian tidur. Dibutuhkan kerja keras untuk bisa mencapai hasil terbaik.

4.Asalkan mata bisa terpejam, itu sudah lebih dari cukup.Tak masalah tidur di dalam tenda beralaskan tikar dengan orang banyak, asalkan mata bisa terpejam sampai subuh nanti.
Tapi.. apakah teman satu tenda semuanya bisa tidur dengan diam tanpa igauan, tanpa suara sumbang dan tanpa tendangan kaki? Ah sudahlah, anggap saja itu hiburan tengah malam

5.Mandi? Duh, jawab jujur nggak yaa? Aku sih nggak yakin kalo mandinya 2 kali sehari, pastilah pernah sehari cuma sekali atau malah mungkin sama sekali tidak menyentuh air? Tapi terserah kalian aja deh, yang penting kalian dan teman-teman kalian sama-sama merasa nyaman.Bagaimanapun keadaannya kita harus pandai memposisikan diri agar di terima di tengah kehidupan bermasyarakat.

6.Saat memasak makanan sendiri, saat itulah kita akan merindukan masakan ibu. Makan hasil masakan sendiri, apapun makanannya, pasti akan terasa enak. Bukan karena kepepet, tapi karena kebersamaan dan perjuangan ketika masak itulah yang menjadi masakan kita enak. Dengan begitu, tidak ada alasan lagi bagi kita untuk mencaci makanan yang dirasa kurang cocok dengan lidah kita.

7.Soal siapa yang bangunnya kesiangan, jawabannya adalah.... Ayam. Kemah bangun siang? Mustahil. Sebelum adzan shubuh kita harus sudah bangun. Sholat shubuh, senam pagi, mandi terutama yang jarang mandi, dan.. lanjut kegiatan lainnya.Rugi bagi mereka yang bangun kesiangan karena tidak bisa menikmati keindahan suasana di pagi hari.
Matahari terbit, tetesan embun, kicauan burung, udara segar, yang sayang untuk dilewatkan.

8.Penjelajahan / lintas alam memang melelahkan, tapi sayang jika dilewatkan.Dari sini, banyak pengetahuan dan pengalaman yang kita dapatkan. Mendaki gunung, lewati lembah, menyeberangi sungai bukanlah tantangan yang mudah, tapi bukan berarti menyerah begitu saja. Justru itu menjadi tantangan menarik yang harus bisa ditaklukkan.Kegiatan lintas alam itu sendiri diantaranya memecahkan sandi dan isyarat, tanda jejak, menaksir,
membuat peta pita, halang rintang, dll. Ada yang punya cerita menarik saat mengikuti kegiatan lintas alam? Kegiatan di alam terbuka bisa mengembangkan kecintaan kita terhadap alam. Masih ingat Dasa Darma kedua?

9.Ketika api unggun..Ini juga momen yang paling ditunggu ketika berkemah. Upacara api unggun, menyalakan api ditengah-tengah kedinginan malam hari memang lah hal yang paling ditunggu-tunggu dan menjadi momen terindah dalam berkemah.


Hhmm. Ok guys aku rasa udah cukup ya cerita aku tentang pramuka.. Semoga bisa bermanfaat bagi kehidupan kita semua.. Pesan dari aku cuma 1, jadilah Pramuka yang baik . Karena Pramuka adalah Pribadi Bangsa Kita ðŸŽ‰ðŸ’• Jayalah selalu wahai Pramuka. Jaya lah selalu Indonesia ,bersatulah selama-lamanya... Satya kudharmakan Dharma kubaktikan😊

Salam Pramuka😇


Senin, 02 April 2018

UJIAN PRAKTEK

1.Di Balik Komentar Keras Prabowo, Cara Naikkan Elektabilitas?

Pertemuan Presiden Joko Widodo dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, Senin (16/10/2017). Fotografer Kepresidenan/Agus Suparto
2 April 2018
Dibaca Normal 3 menit
Merujuk hasil sigi sejumlah lembaga survei, elektabilitas Prabowo masih berada di bawah Joko Widodo yang merupakan presiden petahana.
tirto.id - Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto kembali mendapat perhatian setelah memberi komentar soal elite politik Indonesia. Prabowo menyindir elite politik yang dianggapnya goblok dan bermental maling.

Prabowo awalnya mempertanyakan kondisi kehidupan ekonomi rakyat Indonesia yang ia nilai tak kunjung membaik. Ia berpendapat kondisi ekonomi rakyat saat ini berbanding terbalik dengan kekayaan alam Indonesia.

“Jangan-jangan karena elite kita yang goblok atau menurut saya campuran itu. Sudah serakah, mental maling, kemudian hatinya sudah beku. Tidak setia pada rakyat, hanya ingin kaya di atas penderitaan rakyat,” kata Prabowo.

Mantan Panglima Komando Cadangan Strategis TNI Angkatan Darat (Kostrad) itu juga menganggap elite politik di DKI Jakarta banyak yang gemar menipu. Ia mengklaim lebih suka bertatap muka dengan kader dan warga di daerah daripada bertemu elite.

Pidato Prabowo yang disampaikan di Gedung Serbaguna, Istana Kana, Cikampek, Jawa Barat, Sabtu (31/3/2018) itu mendapat tanggapan dari elite partai politik di Jakarta. Prabowo diminta menjelaskan lebih rinci tudingannya.

Permintaan itu seperti disampaikan Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Nurhayati Ali Assegaf yang meminta Prabowo menyebutkan langsung identitas elite yang ia singgung. Penyebutan harus dilakukan agar masyarakat tak menyamakan sikap semua elite.

“Siapa yang dikritik harus lebih jelas lagi sehingga tidak menimbulkan tanggapan negatif," kata Nurhayati.

Keinginan agar Prabowo menunjuk langsung elite yang ia sindir juga disampaikan Ketua DPP Partai Golkar Bidang Media Ace Hasan Syadzily. Menurutnya, Prabowo seharusnya tak menuduh orang tanpa menyebut identitas jelas.

“Ini seperti mengeluarkan jurus mabuk yang tak jelas mau menembak siapa,” kata Ace kepada Tirto, Senin (2/4/2018).

Sengaja Beri Pernyataan Tanpa Data

Munculnya reaksi terhadap pidato Prabowo itu dinilai wajar ahli komunikasi politik dari Universitas Paramadina Hendri Satrio. Menurut Hendri, pidato yang disampaikan Prabowo bias data.

Hendri balik menduga pidato itu merupakan cara Prabowo mengerek popularitasnya. “Ini hanya sekadar pernyataan untuk meningkatkan popularitas. Jadi yang diharapkan perbincangan masyarakat dari statement ini," kata Hendri kepada Tirto

Analisis Hendri berdasarkan polemik pernyataan Prabowo sebelumnya yang menyebut Indonesia akan bubar pada 2030. Pernyataan kontroversial itu beredar di publik pada pertengahan Maret 2018 dan sempat disoalkan karena tak ada data penunjang. Belakangan terungkap data yang dipakai Prabowo berasal dari novel Ghost Fleet karya fiksi Peter W. Singer dan August Cole.

Menurut Hendri, pernyataan-pernyataan itu menunjukkan Prabowo sedang mengejar perhatian publik. “Mungkin ini strategi agar lebih terlihat. Lempar isu dulu, data menyusul,” ujar Hendri.

Pernyataan Hendri bisa jadi benar. Merujuk hasil sigi sejumlah lembaga survei, elektabilitas Prabowo masih berada di bawah Joko Widodo yang merupakan presiden petahana.

Hasil survei Saiful Mujani Research Institute yang dirilis awal Januari 2018, menunjukkan elektabilitas Prabowo sebesar 10,5 persen, sedangkan Jokowi ada di angka 38,9 persen.

Survei Indo Barometer menunjukkan elektabilitas Jokowi unggul 34,9 persen sedangkan Prabowo hanya 12,1 persen. Riset lain dari Polmark Research Center, dirilis 18 Desember 2017, elektabilitas Joko Widodo unggul 50,2 persen dan Prabowo Subianto hanya 22 Persen.

Survei terbaru yang dilakukan Populi Centre pada Februari 2018 menunjukkan, elektabilitas Prabowo berada di kisaran 15,4 persen kalah jauh dibandingkan Jokowi yang memeroleh 52,8 persen.

Menyerang Jokowi dengan Pendekatan Emosi Massa

Analis politik dari dari Populi Centre Rafif Pemenang Imawan menerangkan, pernyataan Prabowo ini sebatas cara menarik simpati masyarakat dengan memanfaatkan sisi psikologis massa.

“Apa yang dipaparkan Prabowo tidak didasarkan pada pemahaman persoalan yang kuat. Ini ada kaitannya dengan elektabilitas dia,” ujar Rafif.

Alumnus Uppsala University ini melihat perubahan gaya komunikasi politik Prabowo yang menyentuh sisi psikologis massa mulai terjadi setelah kemenangan Anies Baswedan dan Sandiaga Uno dalam Pilkada DKI Jakarta 2017.

Rafif menyebut pendekatan ini memang tak salah, hanya saja kebiasaan menyentuh dimensi emosi dibanding akal sehat dianggap tak berdampak positif terhadap perkembangan demokrasi.

Ia menduga, Prabowo kesulitan mencari kesalahan pemerintah sehingga akhirnya menggunakan pendekatan berbasis psikologis massa. “Prabowo belum menemukan titik masuk yang kuat untuk mengkritik pemerintah. Oleh karenanya dimensi emosi lebih banyak dimainkan,” ujar Rafif.

Apa yang dikatakan Prabowo, kata Rafif, bertumpu pada satu simpul. Prabowo sedang berusaha membawa pandangannya tentang ekonomi Indonesia yang sedang terpuruk ke tengah masyarakat.

“Ini titik tumpu dari banyak pengkritik kebijakan Jokowi. Ini simbolik sebenarnya, karena bagaimanapun juga, elite politik di Indonesia berkumpul di Jakarta," kata Rafif.

Pemilihan Diksi Cerminkan Kualitas Prabowo

Pakar komunikasi politik dari Universitas Brawijaya Anang Sujoko punya penilaian lain terhadap pidato Prabowo. Menurut Anang, pemilihan kata dalam komunikasi politik yang dilakukan seseorang mencerminkan integritas dan kredibilitasnya.

Dalam konteks Prabowo, ia menduga politikus Gerindra itu kerap menggunakan diksi "keras" karena kebiasaannya di masa lalu.

"Kebiasaan dia di korpsnya dulu mungkin seperti itu. Begitu dia sudah keluar [militer] dan masuk dunia politik, saya pikir diksi yang digunakan kurang pas," ujar Anang.

Peraih gelar Doktor Komunikasi dari University of South Australia itu menilai, kemampuan Prabowo untuk berbicara di depan umum tidak terlatih. Ia dianggap memiliki cara berbicara yang bagus, namun tak pandai memilih kata.

Jika cara berbicara Prabowo tak diperbaiki, Anang memprediksi itu akan berpengaruh terhadap penerimaan publik terhadapnya. Menurutnya, bukan tidak mungkin masyarakat akan menilai negatif Prabowo karena gemar menggunakan kata-kata yang 'keras'.

"Di satu sisi mungkin loyalisnya jadi semakin kuat, tetapi pada lawan politik akan semakin panas. Kemudian [masyarakat] yang floating bisa jadi menilai negatif Pak Prabowo," kata Anang.

Pembelaan Gerindra

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon mengatakan pernyataan Prabowo soal elite merupakan hal wajar. Ia menyebut Prabowo hanya menyampaikan kritik atas elite yang tak bertugas sesuai harapan masyarakat.

Fadli tak menyebut secara jelas siapa elite yang ia dan Prabowo maksud. Ia hanya berkata, pidato Prabowo dianggap mengandung pesan agar elite segera memperbaiki kehidupan masyarakat dan menunaikan janji-janjinya.

Ia menyebut, ada salah satu elite politik yang berjanji tak akan melakukan kebijakan impor tapi kemudian melanggarnya. “Banyak janji-janji itu yang bagus tapi jangan hanya tinggal janji gitu. Misalnya [janji] tidak akan impor tapi akhirnya melakukan impor,” ujar Fadli.

Baca juga artikel terkait PILPRES 2019 atau tulisan menarik lainnya Lalu Rahadian
(tirto.id - Politik

Reporter: Lalu Rahadian
Penulis: Lalu Rahadian
Editor: Mufti Sholih
Dengan sistim UNBK waktu 2,4 menit untuk tiap soal bisa dimanfaatkan lebih efektif untuk membaca soal dan berpikir menemukan jawaban. Lalu dengan sekali klik pada opsi jawaban waktu tidak diboroskan untuk penghitaman opsi jawaban apalagi kemudian menghapus dan mengganti jawaban baru. Karena opsi jawaban bisa dipilih dengan cara sangat gampang dan dalam waktu detik dengan mengklik pada pilihan A, B, C, D atau E pada layar komputer. Pilihan juga bisa dengan cara menekan tombol A, B, C, D atau E pada keyboard komputer. Demikian pula ketika peserta ujian hendak mengubah jawaban, bisa dengan memilih dan menuju nomor tertentu lalu langsung mengganti jawaban dengan memilih opsi jawaban tanpa proses panjang dan berbelit.
Satu kelebihan lainnya yang bisa bermanfaat bagi peserta ujian adalah fasilitas "ragu-ragu". Jika ada pertanyaan yang agak sulit dan belum ada kepastian mana jawabannya, maka peserta UNBK dapat meng-klik pada fasilitas "RAGU-RAGU". Pada bagian kanan atas terdapat tulisan DAFTAR SOAL untuk mengecek kembali jawaban. Peserta ujian dapat memastikan apakah semua nomor sudah dikerjakan ataupun untuk meneliti kembali nomor mana yang masih diragukan jawabannya. Pada bagian kanan atas juta terdapat informasi waktu yang menunjukkan masih berapa menit tersisa untuk menyelesaikan tes tersebut. (Eustachius Mali)

Senin, 26 Februari 2018

Nama :Mega Indah Purnama
Kelas  : XI Sosial 2
TTL   : Garut, 3 Mei 2001
Hobi   : Membaca
Sekolah  : SMA Negeri 13 Garut
Alamat   : Kp. Kopeng Rt 01 /Rw 01 Desa Sindangsuka Kec. Cibatu Kab. Garut